4 (Empat) Perspektif pada Balanced Scorecard

Banyak metoda untuk mengukur keberhasilan suatu perusahaan atau organisasi. Beberapa tahun kebelakang ukuran keberhasilan itu kebanyakan dinilai dari financial performance dan atau market share saja, walaupun sekarang juga masih banyak yang mengunakan ukuran tersebut.

Di era Teknologi Informasi dan Komunikasi saat ini banyak pelaku di bisnis ini lebih mengutamakan kepada pertumbuhan (growth) dibandingkan dengan financial. Kita ketahui bahwa bisnis TIK memerlukan comunity yang menggunakan produknya (hardware/software/services/others) dan belum tentu comunity tadi membayar untuk produk tersebut secara langsung. Keuntungan akan didapat setelah comunity terbentuk menjadi loyal comunity.

Di era TIK ini, banyak pelaku bisnis yang menggunakan Balanced Scorecard (BSC) dengan hasil yang sangat menakjubkan. Pendekatan yang dilakukan pada Balanced Scorecard menghubungkan strategi yang ada dalam suatu organisasi/perusahaan, mulai dari visi, critical success factor(dalam hal ini saya analogikan pada rencana strategi), dan pengukuran performansi keberhasilan. Pengukuran dalam Balanced Scorecard dibagi kedalam empat perspektif : Customer, Internal Business, Innovation and Learning, dan Financial Perspective.

Perspektif pelanggan menggunakan ukuran berapa “nilai” yang diberikan kepada pelanggan dilihat dari segi waktu, kualitas, performansi dan layanan, dan biaya. Contohnya ukuran kecepatan waktu mulai dari permintaan sampai dengan pengiriman sampai ditangan pelanggan, tingkat kepuasan pelanggan terhadap produk kita, tingkat penjualan terhadap produk baru, dan atau banyaknya service call yang dilayani.

Pada perspektif internal dapat mengevaluasi ekspektasi yang diharapkan pelanggan dapat terpenuhi melalui perbaikan proses di internal organisasi tersebut. Disini juga kita dapat mengukur tingkat keahlian dan produktifitas karyawan, kualitas yang dihasilkan oleh organisasi tersebut, dan atau sistem informasi yang baik yang berjalan dalam organisasi.

Dari sisi perspektif inovasi dan pembelajaran dari suatu organisasi kita dapat mengukurnya melalui, peningkatan dan inovasi yang berkelanjutan terhadap produk-produk yang dimiliki. Kita harus garis bawahi bahwa produk disini tidak selamanya berupa barang, pelayanan dan hal-hal lain yang bersifat jasa pun adalah produk. Ukuran yang diberikan antara lain banyaknya produk-produk baru yang dihasilkan dan persentase kebrhasilan penjualannya, tingkat penestrasi terhadap market baru, atau implementasi SCM (supply Chain Management), dll.

Apabila target-target diatas dapat terpenuhi maka efeknya akan mengimbas pada perspektif finansial juga. Finansial disini termasuk mengukur pendapatan dan pengeluaran, lebih dalamnya lagi ROI (return on investment), tingkat penjualan, pertumbuhan market share, dll.

Hal terpenting yang harus kita pahami adalah bagaimana suatu organisasi mendefinisikan apa yang ingin dicapai serta membuat ukurannya yang selanjutnya terus memonitor progres yang telah dicapai. Selanjutnya kita bisa melihat apakah tujuan kita akan tercapai atau tidak.

Balanced Scorecard diukur dalam jangka pendek dan jangka panjang dan di evaluasi setiap bagian yang ada dalam suatu organisasi yang akan memberikan kontribusi untuk mewujudkan setiap tujuan. Balanced Scorecard dapat diterapkan oleh semua jenis organisasi dan semua jenis industri baik profit maupun non-profit.

139 Responses to “4 (Empat) Perspektif pada Balanced Scorecard”

  1. pupungbp Says:

    Wah…wah…wah… keren…

  2. anindita Says:

    pa eddy, apakah bapak benar2 mengerti seluruh balanced scorecard?
    saya ingin konsul dengan bapak kalau bapak mengerti

  3. dhila Says:

    Pak eddy, bgmn caranya kta melakukan penilaian kepuasan kerja karyawan pada organisasi yang menerapkan BSc sbg sistem manajemen org.nya

  4. admin Says:

    kita mesti ingat dulu bahwa pendekatan yang dilakukan pada Balanced Scorecard menghubungkan rencana strategi dan pengukuran performansi keberhasilan untuk setiap rencana tersebut.

    mestinya kalau kepuasan karyawan itu merupakan salah satu elemen yang terdapat dalam perspektif internal. salah satu penilaian tingkat keberhasilannya adalah dapat mengevaluasi ekspektasi yang diharapkan pelanggan melalui perbaikan proses di internal organisasi tersebut.

    kalau boleh saya menduga, maksud pertanyaan anda adalah bagaimana effort yang harus dilakukan oleh organisasi supaya karyawan dapat memberikan pelayanannya sesuai dengan hasil keseluruhan dari apa yang diharapkan pelanggan. effort ini dapat berbentuk mekanisme reward dan lain sebagainya.

    Pertanyaannya adalah bagaimana kita menilainya menggunakan Balanced Scorecard ? Apa begitu ?

  5. shima Says:

    Dear Dito,

    Berbicara tentang penilaian kepuasan kerja karyawan, penerapan BSC mungkin dapat digunakan seperti:

    1. Customer - dalam hal ini kita bisa menilai kinerja karyawan berdasarkan feedback dari customer kita. misalnya utk sales function, bisa ditanyakan ke customer mengenai performance org sales dalam hal satisfaction, relationship management, or etc, pokoknya how customers measure this person.
    2. Internal Business - i think this is more to the process. apakah karyawan bekerja berdasarkan procedure ato process yg ada, jika ada penyimpangan seberapa besar dampaknya terhadap bisnis secara keseluruhan
    3. Innovation and Learning - utk org2 yg punya anak buah, tolak ukurnya bisa diarahkan ke bagaimana dia bisa mendevelop skills subordinate-nya, seberapa banyak training yg diikuti (self-development), jumlah initiatives / projects
    4. Financial Perspective - talking bout financial, mungkin dilihat how much revenue you generate. further than just revenue, perusahaan lebih liat ke sales margin ato ROI nya.

    walo kayanya contoh2nya pake sales function, tp pasti bisa diaplikasikan ke function yg lain.

    any comment?

  6. heri Says:

    pak apakah strategic formulation itu berkaitan dengan bagaimana cara kita mempertahankan suatu perusahaan tolong berikan penjelasannya,mengenai strategic formulation

  7. admin Says:

    waduh strategic formulation itu kalau dibahasa indonesia kan adalah bagaimana kita memformulasikan/merancang strategi buat perusahaan kita. Strategi nya kan bisa macem2, bisa untuk growth, bisa untuk survive, bisa untuk entry new market, dll.

    begitu mas. kayanya untuk lebih lengkapnya lagi bahas mengenai strategic formulation aku mesti nulis artikel terpisah nih

    -dito-

  8. heri Says:

    maaf nich pa mau nanya lagi apakah boleh. perusahaan saya tempat kerja sekarang sedang menerapkan good coorperate governance,apakah pernah denger kata itukah????
    kalo saya tangkap dari hasil presentasi manajemen itu menceritakan ketaatan perusahaan terhadap ketentuan/peraturan pemerintah dan UU. segala aktivitas yang dijalankan perusahaan harus sesuai dengan UU kalo itu berkaitan. cara control point menejemen menggunakan check sheet. apakah ada kekurangan dan kelebihan dari control point dengan check sheet.
    terutama untuk yang good coorperate governance apakah pernah ada istilah itu dan apakah pernah ada perusahaan yang menggunakan sistem seperti itu. terima kasih.

  9. eddy nurmanto Says:

    good corporate governance (cgd) apabila di Indonesiakan adalah tata kelola perusahaan yang baik. CGD ini sudah cukup lama dikonsepnya dan karena dianalisa cukup berhasil dalam mengelola suatu perusahaan yang baik maka peraturan pun di Indonesia juga dibuat, ini saya cari dari internet :

    “UU No 19 Tahun 2003 tentang BUMN terutama Pasal 5 dan 6 Ayat 3 beserta penjelasannya dan Keputusan Menteri BUMN No KEP-117/M-MBU/2002 tentang Penerapan Praktek Good Corporate Governance (GCG) pada BUMN terutama Pasal 2 Ayat 1 yang berbunyi: BUMN wajib menerapkan GCG secara konsisten dan atau menjadikan GCG sebagai landasan operasionalnya.

    Pasal-pasal penting yang ada di CGD adalah : yaitu transparansi (transparency), kemandirian (independence), akuntabilitas (accountability), pertanggungjawaban (responsibility) dan kewajaran (fairness).

    Pertanyaan anda adalah untuk semua pasal diatas kaitannya dengan balanced score card tentunya dapat menggunakan sheet penilain indikator keberhasilan penerapan dari rencana strategi perusahaan dalam rangka penerapan CGD tersebut.

    Nah pasti keluar lagi pertanyaan indikatornya apa saja untuk masing-masing strategi tersebut ? Yah harus tau dulu rencana strateginya apa saja. Ayoo cari referensi lebih banyak lagi.

    Terima kasih atas diskusinya.

  10. heri Says:

    pa eddy bisa minta file atau contoh dari penerapan dari GCG ga???

    terus kalo untuk di finance & Accounting apa yang musti disiapkan untuk membuat GCG ( indikatornya)???

    terimakasih atas perhatiannya saya haturkan,,,semoga bapak bisa membantu banyak,,,,wasllm

  11. dito Says:

    Untuk urusan finance saya harus tanya ama ahlinya nih, menurut salah satu temenku di divisi Finance PT Telkom, Heru Adryana katanya begini :

    suruh baca sarnaes oxley article 404 ttg internal control…
    atau coba bedah ttg ICoFR = Internal Control over Financial Reporting
    Sarbanes Oxley 404

    kalau mau diskusi ama dia emailnya heru.adryana@gmail.com

    Semoga dia ada waktu untuk berdiskusi dengan anda via email.

    good luck.

    -eddy nurmanto-

  12. diana Says:

    pak edy, bagaimana menghubungkan kepuasan kerja pegawai dan kinerja pegawai dilihat melalui bsc? saya ingin tahu contoh bagaimanan penerapan contoh bsc di rumah sakit pemerintah. bapak punya informasi ? terimakasih

  13. erika Says:

    Dear,
    Saya sangat tertarik tentang metode BSC. kalau boleh, saya ingin berdiskusi dengan bapak untuk paham akan BSC lebih dalam lagi.

  14. agung Says:

    cukup menarik pembahasan anda, namun demikian akan lebih baik lagi bila ditambah contoh kasus dan gambar diagram balance score card

  15. KoEdiL Says:

    Pak saya juga mengusulkan bagaimana jika pembahasan bapak mengenai Balance scrocard juga disertai contoh kasus, terus saya ingin menanyakan bagaimana mengukur produktifitas karyawan dengan Balance scrocard

  16. adhe Says:

    pak eddy,bagaimana relation KPI & Scorecard?

  17. enno Says:

    Dear Mr. Eddy, saya mau tanya bagaimana penerapan BSC di perusahaan skala kecil? lalu bagaimana pengukuran efektivitasnya - before & after aplikasi BSC- ??

  18. silvia Says:

    selamat pagi pak,saya adalah seorang mahasiswa di salah satu PTS di medan, dan sekarang saya sedang menyusun skripsi dengan judul Pengukuran kinerja Perusahaan Dengan Metode BSC pada Bank SUMUT. Dalam buku Kaplan disarankan bahwa pengukuran untuk prespektif pelanggan sebaiknya dilakukan dengan kuesioner.masalahnya dalam buku tersebut tak ada contoh- contoh kuesioner.Jika bapak punya solusi dimana saya dapat memperoleh informasi tersebut, saya sangat berterima kasih.
    makasih ya pak.

    - silvia-

  19. admin Says:

    saya sarankan kamu mempelajari dulu mengenai market research, dari situ kamu bisa mendapatkan pengetahuan dasar dulu bagaimana semua tahapan dalam market research harus terpenuhi dulu sebelum kamu membuat quisioner.

    kalau sudah mungkin kita bisa diskusi kembali.

    selamat membaca silvia

  20. ve Says:

    slmat pgi pak,
    jika dikatakan bahwa BSC merupakan pengukuran yg paling obyektif, selektif dan efektif dan dapat diaplikasikan pada semua orgnisasi baik profit oriented maupun nirlaba,

    maka apakah pemerintahan kita baik pusat maupun unit” dibawahnya tidak mengimplementasikannya pak?

    krn jika hanya aspek finacial yg diutamakan lihat saja keuangan negara kita yg morat marit.

    jadi apakah BSC tidak tepat untuk indonesia yg notabene tidak menggunkan BSC pun sudah diketahui bahwa kinerjanya jika dilihat memang jauh dari efektifitas dan efisiensi.

    maaph pak jika terlalu banyak komentar saya, trma kasih pak

  21. Eddy Nurmanto Says:

    Kalau menurut saya, segala sesuatu itu memiliki untung dan rugi, baik dan tidak baik, bermasalah dan tidak bermasalah, cocok dan tidak cocok, serta beberapa hal lainnya sesuai dengan kondisi dan keadaan yang berlaku.

    BSC itu kan salah satu tool untuk membantu mengukur performance/keberhasilan suatu organisasi. Yang namanya alat itu mengandung unsur tersebut diatas. Entah itu tidak cocok, atau merugikan, atau bisa menjadi memperkeruh permasalahan dimana masalah yang sudah ada juga belum juga selesai. Disini diperlukan STRONG LEADERSHIP untuk merubah kebiasaan yang ada dalam organisasi saat ini dirubah menjadi kondisi yang jauh lebih baik. Baca artikel saya lainnya mengenai perubahan ” http://eddynurmanto.unpad.ac.id/?p=38

    terima kasih atas komentarnya.

  22. heru Says:

    pak gimana cara mengukur kinerja dan kepuasan konsumen menggunakn BSC, sebelumnya makasih

  23. eddy Says:

    Pak Eddy apa yang disampaikan dalam tulisan Bapak mengenai BSC tepat dan betul banget lho,
    Saya juga sudah mengimplementasikan BSC di Perusahaan saya bekerja,
    dan kalo boleh sharing informasi (bukan promosi) dari beberapa buku BSC yang menjadi rujukan penyusunan BSC (KPI),
    ada satu buku yang aplikatip dan implementatip,
    judulnya “Step bay Step in Cascading Balanced Scorecard to Functional Scorecards” yang ditulis Suwardi Luis dan Dr. Ir Prima A Biromo terbitan Gramedia.
    Cuma saya belum menemukan buku mengenai cara atau mekanisme pembentukam Tim / Komite Pengukuran Kinerja berdasarkan BSC, barangkali Pak Eddy ada ide untuk membuat buku tersebut. Terima kasih.

  24. Eddy Nurmanto Says:

    Terima kasih bos mengenai informasi buku tersebut, temen-temen kalau tertarik untuk memperdalam mengenai balanced scorecard coba deh cari buku tersebut dan mudah2an dapat apa yang diinginkannya.

    hehehee.. kalau untuk nulis saya belum sepakar itu pak, tapi jadi tertangtang juga nih. nulis bareng yuk ?!

    -eddynurmanto-

  25. lutfi Says:

    pak eddy, saya ini ngambil sekripsi nya mengenai balanced scorecard tapi dalam koperasi, saya mau tanya bagaimana mengukur BSC dari segi perspektif finansial nya?apakah ada ukjuran yang lain?karena kalo makai ROI dan ukuran finansial tidak cocok soalnya koperasi tidak berorientasi pada laba.
    jadi bagaimana pak?
    tolong kirimkan pada e-mail saya ok…
    terima kasih

  26. Yudyantoro Says:

    Salam kenal Pak,
    Saya Yudy, saya tertarik dengan metode BSc yang telah Bapak paparkan. Pertanyaan saya;
    1.Apakah metode ini dapat diterapkan pada organisasi pemerintahan ?
    2.kalo bisa, dimana saya dapat memperoleh step by step dalam penerapan metode ini (atau mungkin bpk berkenan berbagi & menjalskan kepada saya)
    Terima kasih.

  27. Hery Setiawan Says:

    Salam kenal Pak Eddy,

    Mohon pencerahannya Pak, mengenai tipe kalkulasi di BSC. Salah satu yang masih membingungkan saya adalah tipe “Target-Intervention”. Bagaimana menentukan besaran anara Target dan Intervention tersebut, dan faktor apa yang menentukan besaran Intervention.

    Akan sangat senang jika bapak sedikit memberikan contoh.

    Terima kasih,
    Hery S.

  28. basdi Says:

    slamat malam pak…saya mau liat contoh balanced scorecard..
    dimana pak saya bisa liatnya???di web apa??atau buku apa yg saya beli??saya pengen bisa bikin balanced scorecard..
    trimakasih pak… atas tanggapannya!!

  29. dian Says:

    siang pak..
    dian mau nanya, apakah bapak punya referensi tentang menganalisa penerapan BSc pada perbankan… dan bagaimana metode penilaian yang digunakan untuk melihat kesiapan suatu bank untuk menerapkan BSc??? file dan referensinya tolong dikirimkan ke email dian ya pak…

    regards…
    d!aN..

  30. vonny threstiana Says:

    Pak mohon dibantu, saya sedang skripsi dengan judul Implementasi six sigma untuk mengevaluasi kinerja supply chain management dengan pendekatan fuzzy.Tetapi ada kendala bagaimana menghitung kinerja dari supply chain management? apakah BSC bisa diterapkan atau ada metode perhitungan yang cocok digunakan? Apakah ada rumus atau perhitungan kuantitatif yang pasti untuk diinputkan ke dalam fuzzy logic?

  31. PAskah Says:

    malam pak, saya mau tanya
    1 Efektivitas pengukuran kinerja karyawan sebagai alat pengendalian bagaimana ya??
    2. Bagaimana mengukur kinerja karyawan dengan pendekatan balance scorecard dan pendekatan konvensional..
    PErtanyaan itu dalam membantu saya menyelesaikan skripsi,
    trima kasih atas bantuan bapak

  32. yuslina Says:

    mat siang Pak
    saya mau tanya tentang bcs. saya lagi nyusun skripsi tentang BSC. dan perusahaan yang saya teliti adalah perusahaan pemasaran yang memekai sistem pemasaran multi level marketing. yang ingin saya tanyakan, apakah BSC juga dapat diterapkan pada perusahaan yang seperti itu?
    mohon penjelasannya

  33. endah Says:

    Pak, tolong jelaskan secara detail bagaimana cara menghitung kinerja rumah sakit dengan menggunakan metode balanced scorecard, dan kinerja rumah sakit dapat dikatakan baik jika bagaimana? mohon penjelasannya karena saya akan menulis skripsi tentang BSC. Trimakasih

  34. yuri Says:

    mohon penjelasan detail tentang BSC

  35. gerry Says:

    saya gerry octaviano.. mahasiswa FISIP UI semester terakhir, saya sedang buat skripsi yang berjudul “Penerapan Strategy Mapping dan Balanced Scorecard dalam mengoptimalkan penerimaan pajak pada KPP Pratama Cilandak”.. saya masih bingung untuk memilih kuantitatif atau kualitatif? karena takut data terbatas karena kepala KPP nya baru saja pindah.saya bingung.

  36. mdenjatm Says:

    bos dito, hanya sedikit nimbrung yaa..
    setahu saya, dibalance scorecard itu tiap-tiap perspective ada penjelasan detailnya juga,.. dan ada pertanyaan tadi apakah kita bisa mengukur kinerja perbidang? perunit? atau pertarget? jawabannya bisa, karena di balance scorecard ada namanya strategic objective (merupakan turunan dari tiap perspective), yang memiliki beberapa strategic measurement dan target juga strategic initiative untuk mencapai strategic objective tersebut.

    khusus untuk Human Resource ada bukunya sendiri yaitu HR Scorecard,
    itu lebih detail melihat dari segi HR dalam strategi BSC (Brian E. Becker, Mark A. Huselid, Dave Ulrich, “ The HR Scorecard “). pada intinya kalo baca bukunya sih sama lah,… cuman beda perlakuan antara corporate dan HR aja koq…

    nah, kalo yang butuh koleksi bukunya ini kira-kira yang dijadikan pegangan.

    1. Robert S. Kaplan, David P.Norton, “ The Strategy Focused Organization, How Balance Scorecard Companies Thrieve in the New Business Environment “ (Harvard Business School Publishing , 2001).
    2. Robert S. Kaplan, David P.Norton, “ Strategy Maps, Converting Intangible Assest into Tangible Outcome “ (Harvard Business School Publishing , 2004).
    3. Robert S. Kaplan, David P.Norton, “Alignment, Using the Balance Scorecard to Create Corporate Synergies “ (Harvard Business School Publishing , 2006).
    4. Peter Weill, Jeanne W. Ross, “ IT Governance “ (Harvard Business School Press , 2000).
    5. Brian E. Becker, Mark A. Huselid, Dave Ulrich, “ The HR Scorecard “Ross, “ IT Governance “ (Harvard Business School Press , 2001).
    6. John Ward, Joe Pepard, “ Strategic Planning for information Systems “ (John Wiley & Sons, Ltd, 2002).
    7. Jessica Keyes, “ Implementing the IT Balance Scorecard “ (Aurbach Publications, 2004).

    jadi silahkan berburu di amazon atau e-bay :)
    karena di indo yang ada hanya beberapa…
    kalo mau copy silahkan aja… saya ada koq…

    trims,

    -mdenjatm-

  37. Eddy Nurmanto Says:

    wah hatur nuhun kang, bisa kita download gak ? Punya e-books nya ?

  38. mdenjatm Says:

    e-books/artikel nya ada lumayan banyak tapi selain yang judul di atas itu..
    karena judul yang diatas itu berupa buku semua.
    bilang aja ke nuni, nanti saya copy-in pas ke bandung :)

  39. uci Says:

    pak, bsc bsa dipake buat pengukuran kinerja jangka pendek ga?taks b4

  40. yessy Says:

    siang pak..
    boleh ikutan niy tanya2 tentang bsc, saya lagi nyusun skripsi tentang pemodelan sistem evaluasi menggunakan metode bsc, tapi saya binggung, sebenernya bsc itu bisa digunakan tidak pada level pendidikan?karna studi kasus saya adalah salah satu jurusan di universitas tempat saya kuliah.
    bisa bantu saya pak untuk memperjelas kasus yang saya bahas, makasih….

  41. yessy Says:

    pak maaf..saya butuh seali jawaban yang saya tanyakan secepatnya, bisa bapak bantu saya?
    maaf sebelumnya.

  42. EDWIN Says:

    Pak saya mau minta penjelasan kalau saya baca sekilas tulisan bapak tentang BSC sepertinya BSC merupakan penerjemahan secara rinci tentang hasil yang ingin dicapai contohnya jika kita ingin meningkatkan keuntungan (perspektif Financial) kita harus memperhatikan pelanggan (perspektif pelanggan) jika ingin memuaskan pelanggan kita harus memperhatikan pesonal perusahaan (perspektif proses bisnis) dan jika meningkatkan personal harus memperhatikan SDM dengan pelatihan (perspektif Innovation and Learning) kalau saya amati bukankah yang lebihbaik kita bedah dulu proses bisnis secara keseluruhan untuk mewujudkan keuntungan yang meningkat, SDM yang lebih baik dan kepuasan pelanggan yang meningkat. kalau out put nya adalah pertumbuhan dan profit kenapa engga kita terapkan aja sistem manajemen mutu. sebenarnya apa perbedaannya sistem manajemen mutu (SMM) dengan BSC. apakah jika suatu organisasi menerapkan BSC disudah pasti menerapakan SMM atau sebaliknya, atau ada penjelasan lain.trimakasih

  43. yogi Says:

    Pak Eddy..Saya butuh contoh kuesioner ttg penerapan GCG…
    Tolong ya pak…

  44. mdenjatm Says:

    bsc bisa diterapkan pada semua level/ sektor… tidak ada masalah sama sekali.

    mengenai proses bisnis, jelas berbeda, proses bisnis adalah bagaimana bisnis tersebut berjalan…
    sedangkan BSC is a performance planning and measurement framework (misalkan dalam ini proses bisnis, kalo mau dicontohkan lebih kecil lagi dalam suatu UOB=unit operating bisnis ). jadi BSC hanya sebuah tools.

    yang anda (edwin) sebutkan apabila apabila proses bisnis dibedah, itu adalah KPI’s yang merupakan breakdown dari tiap-tiap perspektif… dan memang sudah seharusnya seperti itu untuk mapping dalam BSC framework…

    intinya… BSC dan proses bisnis adalah berbeda, tapi BSC membutuhkan bedahan proses bisnis (KPI’s) untuk di mapping-kan dalam tiap-tiap perspektif.

  45. stefy Says:

    saya mw nanya, apk bsc dapat digunakan hanya 1 perspektif saja? mksdnya, apk bisa klo hnya digunakan perspektif bisnis internal saja? karena sy skrg lg mw nyusun skripsi dgn judul analisa pengukuran kinerja non keuangan dalam perspektif proses bisnis internal. dan menurut konsultan sy yg satu katanya tidak ada hubnya dgn akuntansi dan jk hax satu perspektif saja maka tidak akan balance, tetapi kl menurut konsultan/pembimbing skripsi sy yg satu lagi (ada 2 konsultan), katanya boleh2 saja. dan saya sudah melihat skripsi sblmnya dan saya rasa bisa saja. mohon penjelasannya ya pak, dan kl bs dibalas di email saya. terima kasih.

  46. bambang Says:

    Maaf..Pak, saya mau tanya..gimana kalau Bsc diterapkan pada dunia pendidikan?…terus terang saya masih sangat awam tentang hal itu…apalagi saya sedang nyusun TESIS tentang BSc…adapun judul lengkapnya “Analisis Ketercapaian Penerapan Manajemen Peningkatan Mutu Berbasis Sekolah (MPMBS) pada SMA N… Malang dengan menggunakan Balanced Scorecard. untuk itu apa saja yang akan saya ukur…terima kasih buanyak…

  47. Neno Says:

    Met pagi pak eddy, salam kenal
    Pak saya bingung buanget nih, saya saat ini sedang menulis thesis ttg bsc. dari mana memulai. yang saya teliti adalah Rumah sakit non pemerintah nirlaba. karena begitu banyak dan kompleknya permasalahan di rumah sakit. kalau saya ambil judul “Analisis kemungkinan penerapan BSC sbg alat pengukur kinerja pada rumah sakit X”. karena di rumah sakit dyang akan saya teliti penerapan BSCnya ada 48 Unit.(include: unit perawatan, penunjang medis, dll) Pak yang ingin saya minta dari Bapa dengan amat sangat, tolong bapa jabarkan hal apa saja yang dapat saya teliti, indikator, permasalahan yang seperti apa yang dpt dipecahkan oleh metode BSC ini…… Pa tolong bantu saya..

    Terima kasih
    neno yg sedang bingung

  48. melz Says:

    pa saya mau nanya?
    sebenarnya adaberapa macam alat untuk mengukur performansi perusahaan selain BSC. dan apa saja?
    apakah ISO, SIx sigme dan MBQN termasuk alat pengukuran kinerja? trims

  49. melz Says:

    pa bagaimana mengenai pertanyaan saya. mengenai : sebenarnya apasaja alat ukur untik kinerja perusahaan??

  50. admin Says:

    Buat Neno,

    Hal terpenting yang harus anda dapatkan terlebih dahulu adalah bagaimana Rumah Sakit tersebut mendefinisikan apa yang ingin dicapai. Setelah itu anda analisa dan definisikan dengan jelas elemen apa saja yang terlibat dalam core business Rumah sakit tersebut dan lalu kaitkan dengan Visi yang akan dicapai diatas. Setelah itu kita tinggal membuat ukuran, hal-hal apa saja yang berhubungan erat dengan kedua hal diatas (visi dan core business) dibagi kedalam 4 perspektif Balanced Scorecard (Customer, Internal Business, Innovation and Learning, dan Financial Perspective) yang selanjutnya terus memonitor progres yang telah dicapai. Selanjutnya kita bisa melihat apakah tujuan kita akan tercapai atau tidak.

    Semoga dapat sedikit membantu.

    -eddynurmanto-

  51. syahril Says:

    Siang pak saya mau tanya tentang perbedaan utama penerapan BSC pada perusahaan publik dan perusahaan komersial…terima kasih…

  52. anwar Says:

    saya ingin memiliki makalah-makalah tentang balance scorecard terutama yang berhubungan dengan sekotr publik/organisasi pemerintah, dapatkah Bapak membantu? Terimakasih

  53. Umar Ali Says:

    pak eddy saya mahasiswa USU (Universutas Sumatra Utara) jurusan teknik industri. sekarang saya sedang tugas akhir dimana metode saya menyangkut kepada balance scorecard, yang saya terapkan di perusahaan jasa.
    permasalahan saya adalah pembuatan kuesioner untuk perspektive pelanggan dan pembelajaran dan pengembangan. kira2 pak eddy dapat membantu saya memberikan contoh kuesionernya. makasi

  54. admin Says:

    Saya sendiri kebetulan tidak punya contoh kuisioner utk perspektif pelanggan, tetapi saya mau kasih sedikit usulan.

    Perguruan Tinggi kita dapat memastikan bahwa core business-nya adalah Pembelajaran, Penelitian, dan Pengadian kepada Masyarakat.
    Dalam hal perspektif pelanggan, ukuran berapa “nilai” yang diberikan kepada pelanggan dilihat dari segi waktu, kualitas, performansi dan layanan, dan biaya. Kalau perguruan tinggi contohnya ukuran ketepatan waktu menyelesaikan studinya mulai dari pertama kali masuk kuliah sampai dengan menyusun tugas kahir/skripsi/tesis/disertasi, tingkat kepuasan mahasiswa dan alumni terhadap proses pembelajaran yang diberikan oleh Perguruan Tinggi tersebut, Jumlah peneilitan yang disitir oleh masyarakat, dan atau dampak positif dari keberadaan Perguruan Tinggi tersebut terhadap masyarakat luas (pencitraan public).

    Mudah-mudahan ada pembaca yang lain yang dapat memberikan masukan tambahan.

    Terima kasih.

    Hormat saya,
    -eddynurmanto-

  55. Angga Pratama Says:

    Pak Eddy bisa minta tolong kasih contoh makalah/artikel/ulasan tentang penerapan BSC pada organisasi (perusahaan bisnis, nirlaba atau pemerintahan).
    Terima Kasih

  56. ciska Says:

    Saya sedang menyusun skripsi yang berkenaan dengan BSC, dengan judul “Kesiapan Implementasi Balanced Scorecard Sebagai Sistem Pengukuran Kinerja Pemerintah Daerah (Studi Kasus: Dinas Pendapatan Daerah)…mungkin ini bisa sebagai gambaran untuk teman2 yg mpy permasalahan yg sm..ato mgkn pertnyaan brkaitan dg bisa ga seh BSC diterapkan di pemerintahan (non profit oriented)?
    BSC ide awalnya sbnrnya untuk organisasi yg orientasinya bisnis (laba) dg tujuan persaingan usaha sdngkn pd pmrnthn sebaliknya untuk meningkatkan pelayanan kpd masyarakat. Jd langkah awal yg mesti diperhatikan adalah memodifikasi struktur BSCnya dengan menempatkan perspektif pelanggan di hirarki tertinggi krn tujuan utamanya adl pelanggan. Sdgkn pd organisasi bisnis kan perspektif keuangan menjadi tujuan akhir, jd hal yg paling penting adl mindset-nya hrs diubah dulu. Tp sy kira bisa kog diterapkan di setiap organisasi…Untuk lebih jelasnya dibahas lengkap di buku Vincent Gaspersz ato bukunya Mohammad Mahsun ( Pengukuran Kinerja Sektor Publik)

  57. Naldy Silvan Says:

    Dear Mr. Eddy

    seperti yang kita ketahui bahwa di indonesia sendiri, masih terdapat cukup banyak perusahaan2 besar yang enggan menerapkan BSc dalam menjalani usahanya. apa yang menyebabkan itu terjadi? benarkah dalam menjalankan BSc itu membutuhkan fee yang cukup besar?
    apakah terdapat perkembangan terbaru BSc hingga saat ini? dalam artian apakah terdapat perspektif baru yang dijadikan tolak ukur dalam BSc?
    misalnya dalam sebuah perusahaan, menerapkan BSc dan Six Sigma, bisakah muncul perbedaan hasil pengukuran antara BSc dan Six Sigma?

  58. Naldy Silvan Says:

    pak eddy bisa tolong dijelaskan secara mendetail, apa saja tolak ukur setiap perspektif dalam BSc, dan bolah dilampirkan cara perhitungannya (rumus)..thanx..

  59. Navan Says:

    pak eddy bisa tolong dijelaskan secara mendetail, apa saja tolak ukur setiap perspektif dalam BSc, dan bolah dilampirkan cara perhitungannya (rumus)..thanx.

  60. There Says:

    Pak Eddy, apa saya bisa minta beberapa artikel atau case study beberapa company yang menerapkan IT Balance Score Card entah itu berhasil atau gagal..

    Saya tertarik untuk mengulas lebiih dalam lagi mengenai IT BSC ini.

    thx b4..

  61. Mei Says:

    Hai All,
    Ada yg mengetahui perusahaan Indonesia mana saja yg sudah menerapkan Balanced Scorecard?
    Apakah berhasil atau gagal?
    Apa yg membuat BSC gagal implementasi atau dengan kata lain apa yang menjadi faktor keberhasilan implementasi BSC?
    Menurut Anda apakah Balanced Scorecard mempunyai kelemahan?

    Terimakasih sebelumnya atas infonya.

  62. Harianto Says:

    pak, gimana kalo program 5S (seiri,seiton,seiso,seiketsu,shitsuke) dinilai dgn bsc? thanks

  63. Eddy Nurmanto Says:

    dear harianto,

    pertanyaan yang kreatif nih. hehe.. mesti dibantu ama temen-temen yang lain, mohon masukkannya.

    5S adalah seiri (pemilahan), seiton (penataan), seiso (pembersihan), seiketsu (pemantapan), dan shitsuke (pembiasaan). menurut saya merupakan salah satu bentuk penataan corporate culture.

    Apabila hal tersebut dapat kita tarik kembali pentargetannya maka tetunya kita dapat mengkawinkannya dengan Balanced Scorecard. Selanjutnya kita membuat irisan dari pentargetan 5S dengan empat perspektif BSC : Customer, Internal Business, Innovation and Learning, dan Financial Perspective.

    Sementara ini hal tersebut yang bisa saya berikan, mudah-mudahan temen lain bisa memberikan masukan.

    Terima kasih.

    -dito-

  64. derryadrian Says:

    Hufff…
    Pembicaraan para intelek… ga nyampe otak saya nih.

    Buku-buku semisal diatas pernah sih di baca pas waktu kuliah dulu, dulu… duluuuuu bangets. Dan itu pun diakhiri dengan mengantuk.

    Sepanjang karir saya ngurusin perusahaan orang, saya membuat parameter-parameter sendiri untuk menilai kinerja dan kondisi perusahaan.
    Dan saya gak inget apa yang saya lakukan itu adalah BSC atau Six Sigma, atau 5S… just do it dengan logika.

    Sorry mister Edy, ga bisa bantu… cuman kasi komentar doang nih. HiHiHi

  65. rizka yuliarti Says:

    Selamat siang pa..
    Bapak, saya mohon penjelasan dari bapak. Pa, apakah hubungan balanced scorecard terhadap kinerja manajemen? Karena saya sedang menyelesaikan skripsi saya yang berjudul: Pengaruh penerapan balanced scorecard terhadap kinerja manajemen. Terima kasih sebelumnya ya pa. Saya sangat menunggu jawaban bapak secepatnya.

  66. rizka yuliarti Says:

    Siang pa..
    Pa, apakah hubungan balanced scorecard terhadap kinerja manajemen?
    Saya sangat menunggu jawaban bapak secepatnya. Terima kasih ya pa sebelumnya.

  67. Eddy Nurmanto Says:

    Dear Rizka,

    Hubungan BSC dengan kinerja manajemen banyak sekali yang kita bisa gali, antara lain :
    1. Karena dengan BSC kita bisa melihat target yang akan dicapai serta indikator keberhasilannya maka para manajer tentunya yang bertangungjawab terhadap elemen BSC didalamnya akan terpacu meningkatkan kinerjanya supaya target yang dibebankan kepadanya tercapai.
    2. Apabila BSC ini juga menjadi misi seluruh bagian yang ada dalam institusi tersebut, dan dapat dibuatkan “raport pencapain” kepada seluruh stafnya (bukan hanya manajer) tentunya kinerja manajer akan amat sangat terbantu dengan motivasi tinggi dari seluruh stafnya
    3. wah masih banyak deh hal-hal lainnya yang bisa digali, hehhehehe..

    kamu sendiri mau ambil yang sebelah mana ? Hmm kalau sudah seperti ini saran saya sebaiknya kamu kaitkan dengan teori Management Performance, aku lupa lagi. coba deh cari dulu bukunya, setelah itu kita sambung lagi diskusinya.

    thanks

  68. Derry Adrian Says:

    Maaf bukan maksud menghina atau meledek,… cuma saya agak heran saja…

    Tidak sedikit pertanyaan yang disampaikan pada pak Eddy Nurmanto berkenaan dengan skripsi. Nah loh? Apakah anda memilih judul sambil tidur?
    –seperti saya dulu hihihihi–

    Bukannya wacana-wacana dalam (salah satunya) bacaan adalah untuk di aplikasikan? Bukan sekedar utk dibicarakan sampai mulut berbuih dan jempol kapalan…

    Bikin skripsi, apa bukannya ambil bidang yg dikuasai? Koq malah masih nanya masalah hubungan BSC dengan Kinerja Manajemen?

    Jangan tersinggung yah… saya merasa heran aja gitu.

  69. Geny Says:

    Pak Eddy,
    Apa bisa dijelaskan balance scorecard untuk kepala divisi legal suatu perusahaan yang berscala cukup besar??

  70. arif Says:

    mo jawaban dari sudut luas dulu pak …
    maklum baru denger istilah BSC (lha saya anak baru kemaren sore koq)

    pertanyaan1 : perspektif apa saja untuk BSC sektor IT (teknologi informasi)
    pertanyaan2 : batasan balance-nya sampai di mana kira2

    kalo pertanyaannya salah, boleh koq diarahkan.

    saya tunggu ya pak.
    terima kasih sebelunya

  71. ulfa Says:

    ass, pak saya skg mengerjakan skripsi yang membahas mengenai pengukuran kinerja dengan metode konvensional, tapi saya belum begitu mengerti dan literur saya belum cukup. saya mau minta penjelasan yang lebih detail mengenai metode konvensional dan kira-kira buku apa yang membahas lebih jelas mengenai metode ini?
    terima kasih ya pak…
    salam…

  72. Resia Says:

    Saya mau tanyakan bagaimana mengukur seberapa besar dukungan IT pada suatu perusahaan asuransi kerugian dengan menggunakan IT Balanced Scorecard ? Bagaimana langkah-langkahnya? Adakah artikel atau contoh case study yang dapat saya pelajari?
    Tolong dibalas ke email saya.

    Terima kasih ..

  73. Eddy Nurmanto Says:

    Dear Resia,

    Kalau kita bicara balanced scorecard kita harus kembalikan kepada 4 perspektifnya yaitu : Customer, Internal Business, Innovation and Learning, dan Financial Perspective.

    Apapun kasusnya apabila kita mau menggunakan alat pengukur performansi kerja menggunakan balanced scorecard maka kita selalu bertemu dengan 4 persepektif diatas.

    Tahapan yang mungkin dapat membantu kamu adalah :
    1. Definisikan core business tempat kamu akan melakukan pengukuran menggunakan balanced scorecard
    2. Uraikan business process dalam instansi/institusi tersebut.
    3. Gambarkan irisan 4 persepektif BSC dengan business process yang telah kamu uraikan sebelumnya.
    4. Lakukan pentargetan sesuai dengan core business serta visi/misi/tujuan dari instansi/institusi tersebut.

    Apabila kita bicara penerapan IT dalam suatu instansi/institusi maka secara umum ada 2 tujuan :
    1. sebagai supporting tools untuk meningkatkan efektiftas dan efisiensi dalam operasional kelembagaan
    2. sebagai alat untuk meningkatkan kualitas core business-nya

    So now you can start then with that, aku tunggu kabar selanjutnya…kirim aja ke emailku eddynurmanto@unpad.ac.id atau eddynurmanto@yahoo.com

    Mudah-mudahan ada pembaca yang lain yang dapat memberikan masukan tambahan.

    Terima kasih.

    Hormat saya,
    -eddynurmanto-

  74. mdenjatm Says:

    nambahin aja yaa…

    cara bodonya gini deh,
    1. buat pake excel (spread), lantas buat kolom kebawah menjadi 4 perspektif,
    (you know the perspective aren’t you? )
    2. lalu buat baris kesamping breakdown dari masing-masing perspektif tsb menjadi :
    - strategic objective
    - strategic measurement
    - target
    - stretegic initiative

    untuk penjelasannya saya pernah kasih di thread diatas,

    ilustrasinya barangkali seperti ini :

    Internal Perspective ->
    -strategic obj-1 -> str.measurement -1 -> target ->str.initiative 1
    -> str.measurement -2 -> target ->str.initiative 2
    -> dst  dst
    -strategic obj-2
    -dst
    another perspective –> bla..bla..bla..

    note :
    ———–
    - di proses Excel itulah yang paling sulit, dimana anda harus mengelompokkan point-point menjadi satu kesatuan utuh yang saling terkait dan mencari tema besar dari point-point yang sama, sehingga tidak ada duplikasi.
    - point-point tersebut anda bedah dari proses bisnis, visi, misi, jakstra, quesioner, wawancara, pengamatan, dsb… hehehe.. puciinggg….
    - anda bisa menentukan KPI dari point2 penting diatas untuk dimapping dalam bentuk strategy map… (tapi mesti jeli dan harus dalam pembahasannya)
    - strategic obj bisa dijadikan sebagia KPI juga (Key Performance Index),
    - KPI dibutuhkan pada saat anda mendeliver dalam bentuk strategy map,
    - target bisa anda tentukan berdasarkan quesioner ataupun pengamatan terhadap existing systems.
    - untuk organisasi pemerintahan, biasanya gak ada financial perspective, tapi disatukan menjadi stakeholder perspective, ini dikarenakan karena pemerintahan tidak profit oriented, tapi harus sesuai dengan anggaran belanjanya, sehingga financial perspective include di dalam stakeholder perspective.
    - biasanya, visi dan misi adalah menjadi top deliverable dalam strategy map,

    hmm… apalagi yaa..
    tolong koreksi atau tambahkan kalo ada yang saya lupa…
    karena udah lumayan lamaa… hehehe…
    semoga bermanfaat,…

    trims,
    mdenjatm

  75. Sheila Says:

    Siang, Pa.
    Saya sedang menyusun skripsi dengan judul “Evaluasi kinerja PT. Pupuk Kujang dengan menggunakan , metode balance Scorecard”.
    dapat diketahui kalau PT. Pupuk Kujang adalag Perusahaan pemerintah yang ketentuannya dari BUMN.
    dalam penyusunan skripsi saya 4 metode balance scorecard tersebut diukur lewat perbandingan data.
    misalnya Pelanggan : Proses Produksi-Proses penjualan,
    yang artimya dalam tiap tahun produksi yang dilakukan habis oleh proses penjualan sehingga kepuasan pelanggan terjadi yang tiap yahunnya pula mengalami kenaikan .
    APAKAH benar bisa diukur seperti itu.?
    terima kasih.

  76. gue Says:

    setahu saya, kepuasan pelanggan tidak bisa dilakukan dengan cara seperti itu,
    kalo anda melakukannya seperti itu maka hanya akan dikaitkan dengan tingkat efektivitas dan efisiensi produksi, itupun terlalu ringan, dalam artian ada proses kaizen disini,… (kaizen itu dari konsep QM dari jepang).
    misal : dalam 1 tahun, produksi dan penjualan pupuk kujang mencapai 100 unit dan. pupuk kujang akan extend produksi menjadi 200 unit pertahun. ini belum tentu efektif, karena pada saat mereka menambahkan 100 unit pupuk baru itu artinya mereka harus menyiapkan tambahan gudang, tambahan pekerja, tambahan material, dsb…. sehingga cost semakin besar, belum lagi penjualan tersebut belum tentu significant mencapai 200 unit di tahun depannya. misal saja penjualan hanya 150 unit akhirnya, sehingga tersisa 50 unit. jadi ada hal-hal yang tidak efisien yang harus dilihat disini. maka kita bisa lihat bahwa idealnya pupuk kujang hanya harus menyediakan 100 unit pupuk TITIK, tidak lebih, karena kalau lebih mungkin efektif tapi tidak efisien. karena sisa 50 pupuk tersebut butuh maintenance.

    jadi kembali lagi mengenai kepuasan pelanggan,
    objektif harus dilakukan survey, menurut saya…. karena kepuasan itu ada beberapa parameter disini,misal : harga, quantititas, qualitas, dsb yang harus diinformasikan kepada pada customer dan kita bisa liat apakah worth it dengan harga sedemikian didapat quantitas+qualitas+dsb yang sesuai?

    ok, itu singkat dari saya.
    trims,

    md

  77. nurina utami Says:

    malem pak,,,
    saya mau tanya beberapa pertanyaan:
    1. sebenarnya apa BSC ini mesti perlu tahu visi, misi dan strategi perusahaan?
    soalnya kata pembimbing saya kalo mau ngukur kinerja perusahaan dengan BSC, hanya kinerjanya saja, gimana menurut bapak?
    2. BSC itu salah satu manajemen stategi atau manajemen kinerja?
    3. apa mesti 4 perspektif tersebut dibahas?soalnya banyak penelitian terdahulu hanya salah satu perspektif,gimana menurut bapak?
    4.Output real BSC berupa apa?

    oh yach, mohon bantuannya untuk semua pihak yang mengetahui tentang BSC…
    saya mau minta SOFTFILE tentang bahasan BALANCED SCORECARD ini…

    mohon kirimkan ke alamt email saya…

    terimakasih atas sharing dan bantuannya

    terimakasih banyak

  78. gue Says:

    saya coba jawab yaa…

    BSC itu adalah tools untuk mengukur kinerja perusahaan, misal dalam ini dalam mencapai visi+misinya, TITIK… idealnya pengukuran tersebut didasarkan pada strategi perusaaan ybs, nah pada saat tersebut mestinya ada breakdown dari point-point strategi tersebut bukan?? (perusahaan yang mature pasti ada)

    1. kalau memang sudah ada strategi dan breakdown dari point-pointnya dan sudah jelas wah itu sudah sangat mudah sekali, anda tinggal langsung pakai, jangan susah-susah. tidak perlu buat strategi dsb, tinggal menjabarkan dan melakukan pengukuran dari point-point strategi tersebut.

    2. sekali lagi bahwa BSC itu adalah tools untuk mengukur kinerja dan bukan management kinerja, itu berbeda. kalo management kinerja itu lain pembahasannya dan lebih detail (coba liat konsep Gemba-Kaizen). Pada buku Kaplan+Norton (alignment BSC - Strategy Maps) dibahas juga strategi untuk mencapai pengukuran kinerja optimal. diantaranya diusulkan untuk membuat suatu Strategy Maps bagi perusahaan yang belum membuatnya. bagi yang sudah tinggl buat BSC-nya saja.

    3. idealnya begitu, tapi tidak mesti 4 perspective full, pada beberapa kasus justru perspective tersebut di customize untuk kemudahan dan keselarasan. contoh pada Instansi BUMN/ Pemerintahan, tidak ada perspective Financial karena BUMN/ PNS tidak profit oriented, dan diganti dengan Perspective lain.

    4. outputnya berupa Scorecard dongg… khan namanya juga BSC…

    ok, semoga membantu

  79. Novi Says:

    pak, bagaimana jika balanced scorecard di gunakan untuk mengukur kinerja di koperasi? dan apa saja indikator/variabel yang perlu ditetili. Atas masukannya terimakasih

  80. Maria Says:

    pak, bagaimana cara memberikan studi kasus bsc berdasarkan perspektif customer terhadap peningkatan penjualan?
    Terima kasih

  81. Wulan Says:

    Kpd:
    Yth. Bpk. Eddy Nurmanto
    di tempat

    Pak, cara mengukur kinerja bank menggunakan metode balanced scorecard itu bagaimana? Pendekatan apa saja yang bisa digunakan di dalam keempat perspektifnya?

    Terima kasih atas informasinya Pak…

  82. ami Says:

    Pak kata dosen pembimbing saya saat ini balance scorecard tdk hanya terdiri dari 4perspektif saja tapi sudah menjadi 5 perspektif yaitu keuangan, pelanggan, proses bisnis internal, inovasi dan pembelajaran dan Community Development (ComDeV).
    Menurut bapak setelah ditambahan perspektif baru ini bagaimana menghubungkan ke5 hal tersebut?

    Terima kasih

  83. fikri Says:

    pak, sebenarnya beda gak sih balance scorecard dengan secorecard GCG?
    jika beda dimana letak perbedaannya?
    Untuk scorecard GCG pada BUMN, Bapak mengetahui predikat dari hasilnya apa tidak? jika iya tolong dijelaskan.
    Jawaban bapak sangat membantu saya dalam penyusunan tesis saya Trims

  84. 4 (Empat) Perspektif pada Balanced Scorecard | Diskusi HRD Says:

    […] diterapkan oleh semua jenis organisasi dan semua jenis industri baik profit maupun non-profit. http://eddynurmanto.unpad.ac.id/?p=30 Author: Time: Friday, September 26th, 2008 at 10:49 am Category: Artikel Comments: You […]

  85. ivan Says:

    Saat ini kita di kantor sedang membangun aplikasi balance scorecard, GCG scoring, internal control serta risk management COSO framework.
    Aplikasi yang kita kembangkan akan mengadopsi teknologi terkini, dimana interface yang ditampilkan akan menggunakan flash (kedepannya akan 3D interface).
    Apabila ada rekan-rekan yang perusahaan nya tertarik untuk menggunakan aplikasi ini boleh kontak saya ke ivan.wisnu@gmail.com
    Atau apabila ada senior-senior yang berminat bersama-sama mengembangkan aplikasi-aplikasi finance & management, kita tunggu respon nya.

    cheers,
    -ivan-

  86. gue Says:

    ” >Saat ini kita di kantor sedang membangun aplikasi balance scorecard, GCG scoring,
    > internal control serta risk management COSO framework. ”

    bos,
    kalo tidak salah, diluaran sudah banyak tools aplikasi balance scorecard + scoring yang tinggal pakai,.. coba saja googling, saya pernah pake koq,…
    tapi tetap saja pendekatannya akan sangat berbeda dengan proses manual,
    yang bisa kita creat sesuai kebutuhan,… itu sekilas yang pernah saya coba,
    tapi kalo pak ivan berhasil melakukan pendekatan yang berbeda dengan aplikasi BSC yang ada di pasaran sekarang,… wah itu akan jadi terobosan luar biasa…
    semoga sukses dan bisa sharing ke kita…

    trims,
    -md-

  87. harris Says:

    pak Eddy, Saya mahasiswa Universitas swasta di Surabaya. Saya sedang bingung mencari juudul untuk skripsi saya yang mengambil topik tetntang prancangan BSc dalam perusahaan multinasional. Menurut bapak, judul apa yang cocok? objek skripsi saya di perusahaan manufaktur, dan saya fokuskan di departemen produksinya. Menurut bapak apa permasalahan yang mungkin bisa diangkat?
    terimakasih

  88. Eddy Nurmanto Says:

    shima mba junior said :

    oalah…
    department produksi ya???
    hmmm…
    banyak masalahnya koq
    masalah kualitas produk aja gmana? itu mah never ending masalah yg faktor penyebabnya n akibatnya pun banyak
    ato efisiensi produksi

  89. Eddy Nurmanto Says:

    shima mba junior said :

    ntar bisa disambungin ke harga material, kualitas material, faktor skill manusia, teknologi mesin, standard kualitas customer, kerja sama dengan QA, ketersediaan material, imbas ke finansial
    trus.. bisa nyangkut ke R&D juga…
    moga2 membantu yaaa

  90. polly Says:

    thanx pak atas infonya, pak saya mau nanya apakah bpk tahu bgmn caranya mendapatkan software BSC yang gratisan,kl bpk tahu blh dong di bagi - bagi

  91. debby Says:

    Halo Pak Eddy,
    Pak, saya lagi buat suatu research tentang faktor yang mempengaruhi kesuksesan implementasi BSC. Konsepnya berdasarkan buku Kaplan & Norton “Strategy Focused Organization”. Mohon bantuannya untuk mengisi kuesioner ini.
    Juga untuk bapak/ibu yang pernah mengimplementasi BSC di perusahaannya, mohon bantuannya untuk mengisi kuesioner ini.

    link-nya:
    http://www.eSurveysPro.com/Survey.aspx?id=5036d398-642d-4b05-b825-364cfb0f835d

    Terimakasih sebelumnya.

  92. tina Says:

    malem pak…
    saya mhswi tek.indstri di ptn solo.
    sya sdg skripsi ttg pengkuran kinerja pada organisasi non-profit(nirlaba).
    kebetulan referensi yg sya pnya krg mdukung…
    apa bpk punya artikel atau jurnal ttg penerapan bsc pada organisasi non-profit yg mgkn lbh lengkap?klo ada..mohon bantuannya utk dikirimkn ke email saya.
    terimakasih banyak ;)

  93. Tien Says:

    dimana n gimana sich tuk bisa dapetin semua data yang berkaitan dengan BSC???
    saya ingin mempelajari tentang BSC ini..so Please help me ok

  94. novi Says:

    pa Dito,saya orang unpad juga, lagi bikin penelitian pengaruh pengendalian manajemen terhadap kinerja organisasi. Kinerjanya saya pake teori BSC. Tapi saya kesulitan bikin kuesionernya krn ga boleh pake persepsi yg akhirnya pake skala likert tapi harus faktual, tolongin dong…

  95. Arnist Says:

    Pak, saya mahasiswa PTS di Makassar pingin buat skripsi yang berhubungan dengan sistem informasi tetapi dikaitkan dengan penggunaan BSC. Saya minta bantuan bapak untuk memberi masukan judul yang mungkin berkaitan dengan sistem informasi dengan penggunaan BSC tsb. klo ada, mohon bantuannya untuk dikirimkn ke email saya.
    Makasih atas bantuannya ya…

  96. dini desiana" Says:

    Ada yang bisa bantu?

    Pada umumnya, stakeholder memandang/menilai kematangan organisasi/perusahaan dari
    beberapa indikator, misalnya : profit, income, working capital, dan inventory.
    Adapun prioritas untuk pengukuran finansial berbasis/dilihat dari sisi teknologi
    adalah : komersialisasi teknologi, customer focus, technology stock (stok
    teknologi), perlindungan teknologi, akusisi teknologi, kompetensi staf/personel, dan
    management focus.

    Saya butuh contoh data dan materi terkait tentang contoh penilaian dan cara
    penilaian investasi proyek
    Teknologi Informasi, baik untuk hal2 yang sifatnya tangible maupun intangible
    (
    Penerapan IT Balance Scorecard (tools utk penilaian kematangan
    organisasi) dari perspektif/sudut pandang Financial (Financial
    Objectives) ).

    Keterangan :
    Yang dinilai dari hal yang bersifat Tangible (hard data) misalnya :

    - Output : units produced, items assembled or sold, forms processed, task completed

    - Quality : scrap (jumlah investasi yang masih ada tapi sudah tidak dipakai),
    waste (jumlah investasi yang terbuang),
    rework(jumlah investasi yang dikerjakan kembali),

    product defects or rejects (jumlah produk yang cacat atau ditolak)

    - Time : equipment downtime, employee overtime, time to complete projects, training
    time

    - Cost : overhead, variable costs, accident costs, sales expenses.

    Yang dinilai dari hal yang bersifat intangible (soft data) misalnya :
    - Work habits :
    Employee absenteeism (kehadiran pegawai),
    Tardiness (kelambatan kehadiran),
    Visits to nurse (kehadiran/kesigapan untuk melakukan perawatan perangkat
    TI),
    Safety-rule violations (pelanggaran
    aturan keselamatan)

    - Work climate :
    Employee grievances (keluhan pegawai),
    Employee self-confidence (kepercayaan diri pegawai),
    Employee’s perception of job responsibility (persepsi pegawai terhadap
    tanggung jawab pekerjaan),
    Perceived changes in performance (perubahan kinerja yang dirasakan)

    - New skills : Decisions made, problem solved, Conflicts avoided, frequency of use
    of new skills

    - Development and advancement :
    Number of promotions or pay increases (jumlah peningkatan promosi atau
    gaji),

    Number of training programs attended (jumlah program pelatihan yang
    diikuti),
    Requests for transfer (jumlah permintaan untuk dilibatkan di unit kerja
    lain karena kualitas pegawai tsb baik),
    Performance-appraisal ratings (peringkat penilaian kinerja).

    Catatan : semua hal tersebut dinilai dengan ‘uang’ (dikonversi ke nilai uang).

    Contoh data dan materi tersebut saya perlukan untuk mengerjakan tugas kuliah
    (penelitian penerapan IT Balance Scorecard).

    Terima kasih.

    Wassalam,
    Dini Hamidin

  97. fajar Says:

    Pak.. bagaimana cara menghubungkan matriks strategi IFE,EFE, IE, SPACE, QSPM, dengan balance score card?

  98. ika maya Says:

    pak,jika bapak benar-benar mengetahui mengenai balance scorecard.
    saya mau menanyakan mengenai alat apa saja yang digunakan dalam 4 perspektif tersebut.Trima kasih.

  99. mdenjatm Says:

    to : Dini Hamidin
    di bukunya Kaplan Norton (saya lupa buku ke Berapa), dijelaskan mengenai ABC (Analytical Based Cost), disitu dibahas detail mengenai konversi intangible asset become tangible asset menggunakan tools ABC.

    Dalam kaitannya dengan efisiensi cost, Balance Scorecard dan Strategy Maps menyediakan tools ABC (Analytical Based Cost) yang mampu memformulasikan intangible asset yang ada sehingga mempu untuk diukur sebagai bahan analisa biaya demi terciptanya penghematan yang efektif. Karena seringkali teknologi infrastruktur biasanya menghabiskan 60 persen dari total biaya TI, dan tidak kurang dari 90% pengeluaran tahunan perusahaan dialokasikan pada bidang TI yang digunakan dalam hal operasional dan pemeliharaan aplikasi yang ada. Hanya 10% yang digunakan untuk investasi yang lain, tapi investasi tersebut masih mampu menciptakan alignment dengan strategi.

    Disini terlihat pentingnya suatu metodologi dalam perencanaan IT yang efisien bagi suatu perusahaan. Strategy maps memiliki komponen yang memungkinkan untuk kita bisa menciptakan suatu metodologi baru yang merupakan bentuk customize bagi spesifik perusahaan.

    trims,
    -md-

  100. riah Says:

    Pak, saya sedang mengajukan skripsi tentang BSC. Saya minta bantuannya untuk dijelaskan lebih detail lagi ttg BSC ini. Skripsi saya berjudul pengukuran kinerja dengan Balance Scorecard sebagai peningkatan produktivitas pelayanan konsumen pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM)…..
    Pak, untuk judul ini berarti terutama menggunakan perspektif pelanggan kan? mohon bantuannya ya….
    Terima kasih.

  101. mukmin Says:

    mohon penjelasan lebih lanjut bagaimana pengukuran keempat perspektif balanced scorecard pada organisasi pemerintah

  102. Emil Says:

    Thanks utk postingnya….Sangat comprehensive dan mudah dicerna :)

  103. erna Says:

    met siang pak!
    sy erna mahsiswa manajmen UNM.sy dpt tugas nih u mencari contoh penerapan BSC pada perusahaan di indonesia yang dah terdaftar di BEI…bisa dibantu tidak???
    minta tolong bgt nih krn deadline_nya sisa 3 hari lagi…sy dah cari di internet tp gak dpt2. klo ada,bisa kirim di emailku rna_loveallah@yahoo.com
    mksh bnyk sbelumnya ^__^

  104. erna Says:

    met siang pak!
    sy erna mahsiswa manajmen UNM.sy dpt tugas nih u mencari contoh penerapan BSC pada perusahaan di indonesia yang dah terdaftar di BEI…bisa dibantu tidak???
    minta tolong bgt nih krn deadline_nya sisa 3 hari lagi…sy dah cari di internet tp gak dpt2.
    klo ada,bisa kirim di emailku rna_loveallah@yahoo.com
    mksh bnyk sbelumnya ^__^

  105. gde Says:

    met siang pak.
    pak saya boleh minta contoh tentang BSC dalam suatu kampus?
    terima kasih atas bantuannya.
    seandainya ada kirimin ke email saya aja ya di dta_gde_squash@yahoo.com

  106. hilda Says:

    siang pak..
    lam kenal ya pak..
    saya mahasiswa politeknik unand jurusan akuntansi, saya tertarik untuk mengambil judul tugas akhir tentang BSC.tapi saya mase belum begitu ngerti tentang BSC
    Saya mohon bantuannya donk…
    Menurut bpk, saya harus menerapkan bsc ini dmn?
    klo saya terapkan di hotel gmn pak?
    tolong penjelasan ttg BSC yg detailnya ya pak..
    thanx b4..

  107. wahyu Says:

    met siang,,,
    salam kenal, saya wahyu,,,saat ini saya lagi skripsi, tapi saya kesulitan untuk membuat kuesioner tentang balanced scorecard. Apa bapak atau siapa yang baca pesan ini bisa membantu saya?
    judul skripsi saya : PENILAIAN KINERJA DENGAN MENGGUNAKAN BALANCED SCORECARD. Mohon bantuaannya,
    tolong kerim ke alamat email saya ya :wahyuheru_s87@yahoo.co.id.
    Sebelum dan sesudahnya saya Ucapkan Terima kasih

  108. ardian Says:

    saya sangat tertarik dengan BSc, yang mau saya tanyakan apakah BSc cocok diterpakan pada organisasi jasa khususnya di hotel….
    Saya sedang kebingungan untuk melakukan controlling karyawan kita, mampukah BSc menjawabnya pak…
    matur nuwun…

  109. Elisa Says:

    Salam kenal pak,

    saya sedang menulis tesis mengenai Evaluasi Strategi Bisnis Unit XL dengan menggunakan konsep BSC. Yang saya ingin tanyakan, apakah untuk mengukur perspektif customer harus menggunakan kuesioner??
    Kebetulan dalam thesis saya ini customernya adalah beberapa perusahaan telekomunikasi yang sedang berkembang seperti AXIS, Smart, Bakrie Telecom, dll.
    Mohon petunjuk dari pak eddy mengenai hal tersebut.
    Karena menurut saya, untuk mengukur kepuasan pelanggan dapat dilakukan dengan wawancara langsung dengan pelanggan.
    Terima kasih pak..

  110. iin Says:

    pak sy mhsi ptn diBANTEN..
    sy sedang skripsi mngenai academic scorecard yg mgkn pengolahan datanya tdk bgtu brbeda dgn BSC…
    sy ingin tau bgmn cara pembuatan kuisionernya
    jika ada mgkin contoh dr kuisionernya spt apa??
    mhn bantuannya pak!!
    terima kasih

  111. andi Says:

    sy mhs yg sdg tgs akhir ttg SCOR( supply chain opration reference)
    ingin mengetahui setiap KPI dr masing2 KPI, mhn bantuan bpk jika berkenan untuk menjelaskan masing2 KPI, dan cara perhtungannya
    terima kasih

  112. Putri Says:

    Pak edy.. kebetulan saya ada tugas kuliah membuat makalah tentang balanced scorecard ini.. bisa saya minta rangkuman mengenai hal - hal ini pak…

    1. apakah itu balanced scorecard?
    2. Sebutkan keempat perspektif yang terdapat pada balanced scorecard?
    3. Sebutkan minimal 1 contoh alat ukur bagi masing - masing perspektif pada balanced scorecard?

    saya minta tolong dikirim ke email say..^^

    Terima kasih atas bantuan bapak….^^

  113. siti Says:

    saya mahasiswa yang sedang skripsi. saya ingin membuat judul mengenai IT-balanced scorecard. tp saya sendiri bingung langkah awal apa yang pertama harus saya lakukan. lalu bagaimana cara penerpan dlm kampus saya… mohon jwbn secepatnya… terima kasih

  114. benny Says:

    pak, sy pgn tanya…
    apkh 4 perspektif tsb mrpkn suatu yg fix???apkah smw prsh harus ad model tsb???

    lalu…
    bisa kh dibahas ttg komponen BSC yg mncakup objectives, measures, target, dan initiative???

    mhn jwbn scpt ny pak…
    thx

  115. Gdiyah Says:

    Saya diyah mahasiswa universitas negeri di Bali.
    Saat ini saya sedang menyusun skripsi tentang balanced scorecard.
    Saya meneliti salah satu sekolah swasta di Bali yang aktivitasnya terdiri dari PG,TK,SD,SMP dan SMA. cuma saya bingung berapa perspektif yang harus saya gunakan, 4 atau 5…?
    Mohon bantuannya ya pak..

  116. melly Says:

    pak eddy, sy ambil TA BSC pada PDAM. Untuk menentukan KPI pada PDAM sya masig bngung nie

  117. irawan Says:

    pa edi, knalin nma saya irawan.
    saya skrang lg nysun skripsi judulnya”ANALISIS PENGUKURAN KINERJA PERUSAHAAN DENGAN MENGGUNAKAN PENDEKATAN BSC”. tapi saya gatau indikator apa saja yang mesti dikuru.mhon gmana saya mesti cari artikel yang mendkung ttg ini.
    thx…
    email saya Lorenzo_91@telkom.net

  118. FERDINAND.H.SIAGIAN Says:

    Saya Ferdinand H Siagian, saya orang yang selalu ingin mengetahui dan ingin belajar.
    Mohon maaf sebelumnya, saya mau minta tolong bantu bapak, agar saya dapat mengerti dan mendalami ttg BSC khususnya pada organisasi nirlaba seperti halnya TNI, saya membutuhkan dasar teori yang mendukung hal tersebut. Saya berharap anda dapat memberikan dasar teori dan contoh aplikasinya BSC dikalangan organisasi nirlaba (TNI). Anda bisa kirimkan ke alamat email saya. Atas perhatiannya, saya ucapkan terima kasih.

  119. nia Says:

    sy nia mahasiswi UNHAS, sedang menyusun TA ttg SCOR dan masih bingung dalam penelitian bgmn langkah-langkah penelitianx dan cara mngolah datax. kiranya bapak dapat membantu dalam penyelesaian TA sy. sy mohon balasan secepatx. terima kasih sebelumya.

  120. hanhan Says:

    saya sedang menyusun tesis. Mohon informasi.. mungkin dengan pengukuran menggunaan Balanced Scorecard memungkinkan kinerja suatu perusahaan lebih komprehensip. Yang saya tanyakan tolok ukur tiap prespektif apakah dapat dinyatakan dalam angka. Misal saya akan mengambil skripsi tentang kinerja BUMD, apakah BUMD tersebut dibuatkan balance scorecardnya dulu (kalo belum), atau kita dapat langsung mengukur kinerjanya (asumsi BUMD tersebut tidak memiliki balance scorecard). Mohon maaf kalo saya salah… Terima Kasih sebelumnya.

  121. MOMOT Says:

    dear pak eddy

    saya mau tanya, apakah ada hubungan antara balance scorecard dengan ABC system, dan biaya kualitas.

    dan apakah bisa di matchingkan balance score card dengan ABC system dan biaya kualitas untuk menilai kinerja perusahaan / meningkatkan keakurasian perhitungan biaya produksi.

    thanks a lot pa eddy

    BEst regards

  122. imron Says:

    ass….
    mohon penjelasannya pak tentang keempat element yang dinlilki oleh balanced scorecard,,, dalam industri perbankan ke empat element tersebut sebagai standar pengugukran kinerja bank,,, indikator yang dapat dijadikan sebuah acuan melakukan riset pengukuran kinerja bank dengan balanced scorecard apa saja pak… terima kasih sesudahnya…
    wass…

  123. fitria Says:

    pak, saya mau bertanya mengenai pengukuran kinerja yang hanya difokuskan pada 1 perspektif saja, apakah pengukuran tersebut dapat dikatakan menggunakan metode BSc juga?
    karna kasus yang saya teliti saat ini hanya difokuskan pada finansialnya saja. mohon balasannya ya pak

    tolong kirim via email

    sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terimakasih

  124. angga Says:

    pak
    saya mau tanya perbedaan BSC di sektor swasta dan pemerintah daerah ap ya?
    kalo bisa dan berkenan saya diberikan penjelasan.
    terimakasih,

  125. aswaransyah Says:

    maaf, saya mau bertanya
    1. Pembobotan nilai setiap perspektif di BSC berdasarkan apa?
    2. Pengukuran kinerja di bank menggunakan BSC caranya seperti apa?
    terima kasih

  126. fira Says:

    siang pak maph ni kut nimbrung kebetulan saya juga sedang nyusun skripsi tentang bsc cuma diperusahaan jasa.nah yang mau saya tanyakan bsc tu kan masuk nya lebih kepada manajemen,sedangkan saya akuntansi..apakah bsc pada akhrnya bs mengerucut ke akuntansi…
    terima kasi pak..

    tolong jwbanya di krim ke email saya pak…

  127. iras Says:

    makasi udah mau share pengetahuannya pa. JBU

  128. cito Says:

    pak,,saya mau nanya tentang scoring perspektif BSC itu mengacu darimana ya?
    keterbatasan skripsi saya tuh ga bisa dapetin data internal perusahaan jadi nelitinya cuma dari laporan keuangan beberapa penelitian terdahulu sama seperti itu tapi tidak diberitahu cara scoringnya…terima kasih ya pak..kalau bisa dikirim bantuannya ke email saya..

  129. rein Says:

    pak mohon bantuannya,
    bangaimana kaitannya BSC dng akuntansi?
    trus bagaimana pengukurannya?kira-kira klo di lingkungan sekolah bisa tidak BSC di gunaklan tentunya dengan kaitannya laporan keunagan atau akuntansi?
    mohon bantuannya pak…..saya mohon penjelasannya di kirim ke e-mail saya pak,ke rein_axa@yahoo.co.id

  130. margo Says:

    pak saya mau tanya ttg bsc jika di apllikasikan pada supply chain manajement perusahaan bagai mana? bagai mana cara pengukurannya? kebetulan saya sedang menyusun skripsi ttg itu.

  131. ernita Says:

    Pak Eddy yg baik, saat ini saya sedang melakukan penelitian ttg pengukuran kinerja pada koperasi. Saya mohon bantuan bpk bgm cara pengukuran kinerja menggunakan keempat perspektif pd organisasi non profit spt koperasi. Tolong tunjukkan caranya agar saya dapat mendptkan cth kuesioner pengukuran kinerja pada koperasi. Trimakasih seblmnya atas bantuan Pak Eddy

  132. hanna Says:

    pak,,saya lagi nyusun skripsi dgn judul pengaruh penerapan BSC thd efektivitas pengukuran kinerja perusahaan,,saya bingung yang dipakai untuk indikatornya tuh indikator2 dari teori atau indikator (KPI) dari perusahaan pak?mohon bantuannya,,,

  133. mira Says:

    pak, gmn sih caranya mem-balancing-ny dan gmn jg caranya men-scoring-nya???
    oh satu pertanyaan lg pak, kpn sebaiknya bsc digunakan?
    trimss

  134. zahra Says:

    pak saya zahra, saya mau nyusun skripsi dengan judul analisa penerapan BSc sebagai alternatif pengungukuran kinerja,,,tpi saya masih bingung perusahaan mana ja yang bisa saya ambil data ya…pak mohon bantuan ya,,,makasih

  135. 4 (Empat) Perspektif pada Balanced Scorecard | eLearning Says:

    […] oleh semua jenis organisasi dan semua jenis industri baik profit maupun non-profit.  -> Eddy Nurmanto, MBA. « SOSIALISASI “CLIMATE CHANGE” DI INDONESIA Category: NEWS | RSS 2.0 | Give a […]

  136. Agung Says:

    Pak, apa mesti balanced scorecard dengan 4 perspektif?

  137. revalia Says:

    pak. pengukuran kinerja PMI tu seperti apa? saya bingung dengan pengukuran kinerja pada organisasi jasa.

  138. aprizal Says:

    pa perbedaan antara balance scorecard, prisma dan ipms tuh ap ya???????

  139. hasan Says:

    aswb…. Pak bsa perspektif2 apa sja yg bsa dgunakan pada peusahaan yg bergerak pada bidang sosial dan lingkungan.

Leave a Reply